Posted on 16/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بالمسيح الدجال
Dan beriman dengan Al Masih Ad Dajjal.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Perkataan beliau (Al Imam Al Barbahari Rahimahullah) ini maksudnya adalah beriman dengan keluarnya Dajjal. Telah tsabit (pasti) berita tentang keluarnya Dajjal dalam berbaga hadits shahih [1]. Dan dalam doa minta perlindungan dari empat hal setelah tasyahud dan shalawat atas nabi, di antarnya sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam,
وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
“Serta dari kejahatan fitnah Al Masih Ad Dajjal (HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafazh hadits ini dalam riwayat Muslim.)
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, iman, keimanan, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, al jassasah, al masih dajjal, aqidah, baisan, danau thabariyah, hadits, iman, keimanan, manhaj, mata air zughar, nashihat, nasihat, sahabat, THAIBAH (MADINAH), ya'juj ma'juj | 1 Komentar »
Posted on 14/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بالأنبياء والملائكة
Dan beriman kepada para Nabi dan Malaikat ‘Alaihimus sholatu wassalam.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Kedua kalimat ini, yakni beriman kepada para nabi, demikian juga kepada malaikat, keduanya adalah rukun di antara rukun-rukun Iman. Tidak akan diterima keimanan seorang hamba hingga ia beriman kepada rasul-rasul ‘Alaihimus sholatu wassalam dan beriman kepada para malaikat ‘Alaihimus sholatu wassalam. Wajib bagi kita untuk beriman kepada para rasul dan risalah mereka yang terdahulu secara global. Dan kita beriman kepada risalah nabi kita, Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam secara terperinci. Para rasul yang disebutkan namanya maka wajib bagi kita untuk mengimani nama-nama dan individu-individu mereka, dan jumlah mereka ada 25 rasul. Dan yang tidak disebutkan namanya maka kita mengimaninya secara mujmal (global). Telah warid dalam perkara ini (yakni menerangkan jumlah para nabi dan rasul) sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwasanya jumlah para nabi ada 124 ribu dan jumlah para rasul ada 310 lebih sekian. [1]
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, aqidah, hadits, iman, keimanan, sahabat, shahabah, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, aqidah, baitul ma'mur, iman, keimanan, malaikat, manhaj, nabi, nashihat, nasihat, rasul | Leave a Comment »
Posted on 12/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بالصراط على جهنم يأخذ الصراط من شاء الله ويجوز من شاء الله ويسقط في جهنم من شاء الله ولهم أنوار على قدر إيمانهم
Dan mengimani adanya shirath di atas Jahannam, yang akan mengambil siapa saja yang dikehendaki dan membiarkan lewat siapa saja yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Akan terjatuh ke dalam Jahannam orang yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Dan mereka memiliki cahaya sesuai dengan kadar keimanannya masing-masing.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Wabillahit taufiq. Shirath adalah jembatan yang terbentang di atas permukaan Jahannam, yang akan dilewati oleh orang-prang yang bertauhid dan orang-orang Muslim yang meninggal di atas Islam serta tidak menyekutukan Allah dengqan kesyirikan besar yang diakibatkan kekekalan di neraka.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, aqidah, do'a dan dzikir, hukum, iman, keimanan, shahabah, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, aqidah, iman, jahannamiyyun, kalalib (pengait), keimanan, shirath (jembatan), sungai kehidupan, tanda kalung, tujuh pintu jahannam | Leave a Comment »
Posted on 12/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بشفاعة رسول الله صلى الله عليه وسلم للمذنبين الخاطئين يوم القيامة وعلى الصراط ويخرجهم من جوف جهنم وما من نبي إلا وله شفاعة وكذلك الصديقون والشهداء والصالحون ولله بعد ذلك تفضل كثير على من يشاء والخروج من النار بعدما احترقوا وصاروا فحما
Dan mengimani adanya syafa’at Rasulullah yang diberikan kepada orang-orang yang berdosa lagi bersalah pada hari Kiamat, ketika di atas Shirat, dan ketika mengeluarkan mereka dari perut jahannam. Tidak ada seorang nabipun melainkan memiliki syafa’at. Demikian juga para shiddiqun, syuhada, dan shalihin. Dan setelah itu Allah membagi-bagian kemuliaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan mengeluarkan mereka dari dalam neraka setelah mereka terbakar menjadi arang.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Syafa’at Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sangat banyak. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam memiliki syafa’at khusus untuk beliau Shallallahu’alaihi wasallam sendiri dan syafaat yang juga dimiliki oleh orang lain selan beliau Shallallahu’alaihi wasallam. Adapun syafa’at yang hanya khusus untuk beliau Shallallahu’alaihi wasallam ada tiga:
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, aqidah, hadits, imam hadist, iman, manhaj, shahabah, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, ahlul bid’ah, aqidah, hadits, iman, keimanan, manhaj, nashihat, nasihat, sahabat, syafa'at, syafa'at khusus, syafa'at umum | Leave a Comment »
Posted on 10/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بحوض رسول الله صلى الله عليه وسلم ولكل نبي حوض إلا صالح عليه السلام فإن حوضه ضرع ناقته
Dan beriman dengan Al Haudh (telaga) Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Dan setiap nabi Alaihimus salam memiliki telaga kecuali nabi Shalih Alaihis salam, telaga beliau Alaihis salam adalah ambing susu untanya.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Haudh (telaga) nabi Shallallahu’alaihi wasallam adalah telaga yang sangat besar seperti jarak antara Ailah dan Shan’a, gayung-gayungnya sebanyak bintang di langit dan telaga tersebut akan didatangi oleh umat beliau Shallallahu’alaihi wasallam [1].
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, aqidah, imam hadist, iman, keimanan, shahabah, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, Al Haudh (Telaga), aqidah, Barzakh, iman, keimanan, nashihat, nasihat | Leave a Comment »
Posted on 09/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بعذاب القبر ومنكر ونكير
Dan beriman dengan adzab kubur serta Mungkar dan Nakir.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Pertanyaan Mungkar dan Nakir telah disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya hadits Bara’ bin ‘Azib Radhiallahu’anhu, dia berkata,
“Pernah kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melayat jenazah salah satu laki-laki dari kalangan Anshar hingga kami sampai di pekuburan dan liang lahat belum digali. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam duduk dan kami pun ikut duduk di sekitar beliau Shallallahu’alaihi wasallam. Seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung, sedangkan pada tangan beliau Shallallahu’alaihi wasallam terdapat sebatang tongkat, beliau Shallallahu’alaihi wasallam hentakkan ke tanah sekali hentak kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam mengangkat kepalanya seraya mengatakan, “Mintalah perlindungan kepada Allah Azza wajalla dari adzab kubur!” Beliau Shallallahu’alaihi wasallam ucapkan dua atau tiga kali. Lantas beliau Shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan perkataannya,
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, TAUHID, abu aulia belajar, aqidah, bid'ah, hadits, imam hadist, iman, keimanan, manhaj, nasihat, permata salaf, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, adzab kubur, AGAMA, ahlul bid’ah, hadits, iman, Islam, keimanan, malaikat, malaikat maut, malaikat munkar dan nakir, manhaj, nashihat, nasihat, sahabat, salaf, tafsir | Leave a Comment »
Posted on 06/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
والإيمان بالميزان يوم القيامة يوزن فيه الخير والشر له كفتان وله لسان
Dan beriman dengan Al Mizan (timbangan amal) di hari Kiamat. Akan ditimbang seluruh amalan kebaikan dan kejelekan. Timbangan tersebut memiliki dua neraca dan satu lisan.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Adapun dua neraca tersebut, satu neraca untuk amalan kebaikan dan satu neraca untuk kejelekan. Sedangkan yang dimaksud dengan satu lisan yaitu sejenis jarum yang digunakan untuk mengetahui ke arah mana timbangan tersebut lebih condong.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, aqidah, hadits, imam hadist, iman, keimanan, nasihat, tahrij hadist, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, aqidah, bithaqah, iman, Islam, keimanan, mizan | Leave a Comment »
Posted on 06/06/2009 by abu aulia
(Itu Semua) Adalah Perkara Bid’ah Yang Menggoreskan Keraguan Dalam Hati


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
واعلم رحمك الله أنه ليس في السنة قياس ولا تضرب لها الأمثال ولا تتبع فيها الأهواء بل هو التصديق بآثار رسول الله صلى الله عليه وسلم بلا كيف ولا شرح ولا يقال لم ولا كيف فالكلام والخصومة والجدال والمراء محدث يقدح الشك في القلب وإن أصاب صاحبه الحق والسنة
Dan ketahuilah, semoga Allah Azza wajalla merahmatimu, bahwasanya tidak ada qiyas dalam As Sunnah, maka janganlah kamu membuat permisalan untuknya dan jangan kamu ikuti hawa nafsu di dalamnya. Bahkan yang ada adalah membenarkan atsar-atsar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tanpa menanyakan bagaimana (kaifiyahnya) dan tidak pula syarah (penjelasannya). Sehingga tidak boleh mengatakan, “kenapa?” dan tidak pula, “bagaimana?”
Ilmu kalam, bertikai, berdebat, dan berbantah-bantahan adalah perkara bid’ah yang menggoreskan keraguan dalam hati meskipun pelakunya mencocoki al haq (kebenaran) dan As Sunnah.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Perkataan ini sesuai diterapkan pada sunnah-sunnah yang berkenaan dengan aqidah. Adapun selain aqidah yang berupa hukum-hukum far’iyyah (cabang) maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama dan dibangun di atasnya qiyas-qiyas. Yang seperti ini tersebar di kitab-kitab fiqih dan ushul fiqih.
Akan tetapi yang dimaksud dengan perkataan ini adalah perkara-perkara yang berkaitan dengan aqidah, berupa ayat-ayat shifat dan hadits-hadits shahih yang berkaitan dengannya. Yang seperti ini wajib untuk berpegang dengannya serta melewati apa adanya disertai keyakinan bahwa maknanya adalah sebagaimana yang ditunjukkan oleh bahasa Arab serta tidak menanyakan kenapa seperti ini dan itu? Bagaimana bisa seperti ini dan seperti itu?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, hukum, imam hadist, iman, keimanan, kesesatan, manhaj, permata salaf, sejarah, sesat, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, ahlul bid’ah, aqidah, bahaya ilmu kalam, cinta karena nafsu, dakwah, dakwah ilallah, dakwah para rasul, dakwah tauhid, ilmu kalam, nashihat, nasihat | Leave a Comment »
Posted on 06/06/2009 by abu aulia


Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
واعلم رحمك الله أنه لا يتم إسلام عبد حتى يكون متبعا مصدقا مسلما فمن زعم أنه قد بقي شيء من أمر الإسلام لم يكفوناه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فقد كذبهم وكفى بهذا فرقة وطعنا عليهم فهو مبتدع ضال مضل محدث في الإسلام ما ليس منه
Dan ketahuilah, semoga Allah Azza wajalla merahmatimu, bahwasanya tidak sempurna keislaman seorang hamba hingga dia mengikuti, membenarkan, dan berserah diri. Maka barangsiapa yang menyangka bahwa masih ada sedikit saja dari urusan Islam ini yang belum dijelaskan oleh para shahabat Radhiallahu’anhum kepada kita, berarti dia telah mendustakan mereka. Dan cukup hal itu sebagai sikap pemisahan diri dan penikaman terhadap shahabat Radhiallahu’anhum. Maka dia adalah mubtadi’, sesat dan menyesatkan serta mengada-adakan perkara baru dalam agama Islam yang bukan termasuk darinya.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Apa yang dikatakan oleh penulis Rahimahullahu Ta’ala di sini bawasanya,
فمن زعم أنه قد بقي شيء من أمر الإسلام لم يكفوناه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فقد كذبهم
“Maka barangsiapa yang menyangka bahwa masih ada sedikit saja dari urusan Islam ini yang belum dijelaskan oleh para shahabat Radhiallahu’anhum kepada kita, berarti dia telah mendustakan mereka.”
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, aqidah, hizby, imam hadist, manhaj, nasihat, permata salaf, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, ahlul bid’ah, aqidah, firqah, manhaj, nashihat, nasihat, sahabat, sesat | Leave a Comment »
Posted on 06/06/2009 by abu aulia


Telitilah Setiap Orang yang Engkau Dengar Perkataannya
Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:
واحذر صغار المحدثات من الأمور فإن صغار البدع تعود حتى تصير كبارا وكذلك كل بدعة أحدثت في هذه الأمة كان أولها صغيرا يشبه الحق فاغتر بذلك من دخل فيها ثم لم يستطع المخرج منها فعظمت وصارت دينا يدان بها فخالف الصراط المستقيم فخرج من الإسلام
فانظر رحمك الله كل من سمعت كلامه من أهل زمانك خاصة فلا تعجلن ولا تدخلن في شيء منه حتى تسأل وتنظر هل تكلم فيه أحد من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أو أحد من العلماء فإن أصبت فيه أثرا عنهم فتمسك به ولا تجاوزه لشيء ولا تختر عليه شيئا فتسقط في النار
Hati-hatilah terhadap perkara yang diada-adakan meskipun kecil, karena sesungguhnya bid’ah yang kecil itu akan terus terulang hingga ahirnya menjadi besar. Demikian pula setiap bid’ah yang dimunculkan pada umat ini, pada awalnya adalah kecil menyerupai kebenaran sehingga terkecoh orang yang masuk padanya, kemudian ia tidak mampu untuk keluar darinya dan ahirnya bid’ah tersebut menjadi ajaran agama yang dianut, menyelisihi shiratal mustaqim hingga ahirnya ia keluar dari Islam.
Semoga Allah Ta’ala merahmatimu, telitilah setiap orang yang engkau dengar perkataannya khususnya orang-orang yang hidup di zamanmu, janganlah kamu tergesa-gesa dan jangan sampai kamu masuk ke dalamnya sedikitpun sampai kamu tanyakan dan kamu teliti apakah ada salah seorang dari kalangan shahabat Radhiallahu’anhum atau salah seorang dari ulama yang berbicara tentang masalah itu? Apabila ada atsar dari mereka yang membenarkan hal itu maka peganglah atsar tersebut erat-erat, jangan kamu lampaui sedikitpun dan jangan kamu utamakan sesuatupun daripadanya sehingga kamu akan terjerumus ke dalam Neraka.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Sesungguhnya penulis Rahimahullahu Ta’ala mengatakan di sini perkataan yang berdasarkan pengalaman pada perkara ini. Yakni bahwasanya bid’ah yang kecil itu akan senantiasa terulang hingga menjadi besar. Seringnya manusia tertipu dengannya, sebab di dalamnya terdapat syubhat yang menyerupai kebenaran. Sebagai contohnya aqidah Khawarij, apa awalnya? Awalnya adalah pada peristiwa peperangan di Nahrawan. Hampir saja pasukan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu mengalahkan penduduk Syam yakni pasukan Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu’anhu. Yang demikian itu setelah terbunuhnya Ammar bin Yasir Radhiallahu’anhu, banyak sekali para shahabat Radhiallahu’anhum yang meriwayatkan bahwa nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
“Wahai sungguh beruntungnya Ammar, dia akan dibunuh oleh kelompok yang durhaka (Khawarij).” (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari (248 dan 2601), Muslim dalam Kitabul Fitan wa Asratis Sa’ah)
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ahlussunnah wal Jamaah, Aqidah Ahlussunnah, Imam al Barbahari, abu aulia belajar, bid'ah, fiqh, hadits, hizby, hukum, imam hadist, kesesatan, ulama ahlussunnah, ulama salaf | Ditandai: abu aulia belajar, AGAMA, ahlul bid’ah, aqidah, hadits, hizby, hukum, manhaj, nashihat, nasihat, sahabat, sesat | 1 Komentar »